Press Release Workshop Klinik PKM

Peserta Workshop Klinik PKM
Peserta Workshop Klinik PKM

“Pencarian ide itu seperti pencarian jodoh. Kadang, semakin dikejar justru semakin menjauh. Seharusnya, memantaskan dan memperbaiki diri saja. Kalau ingin dapat ide ya harus memantaskan diri dengan banyak membaca. Orang yang mengeluh bingung cari ide biasanya mereka yang otaknya kosong.”

Itu adalah jawaban Mas Agil atas keluhan peserta Workshop Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang merasa kesulitan mendapat ide. Memang benar, menulis akan menjadi sangat sulit jika tidak tahu apa yang akan ditulis. Oleh karenanya, ide selalu menjadi starting point sebuah proses penulisan.

Muncul banyak masalah saat mahasiswa diminta membuat sebuah tulisan, termasuk membuat PKM. Mulai dari demotivasi, sulit menentukan ide, bingung saat mulai menulis hingga masih tidak paham sistematika penulisan. Oleh karena itu, Klinik PKM FK UNS yang diketuai dr.Dian Nugroho bekerja sama dengan Kastrat de Geneeskunde mengadakan kegiatan Workshop PKM. Hal ini tentu menindaklanjuti surat dari Kemenristek Dikti terkait penerimaan PKM Gagasan Tertulis/Artikel Ilmiah.

Mas Agil Noviar Alvirosa, S.Ked saat menyampaikan tips dan trik agar lolos PKM
Mas Agil Noviar Alvirosa, S.Ked saat menyampaikan tips dan trik agar lolos PKM

Workshop PKM diadakan Sabtu, 19 Maret 2016 pagi di ruang SP 4. Menghadirkan 2 pembicara, SP 4 dipenuhi 25-an mahasiswa. Pembicara pertama adalah Mas Agil Noviar Alvirosa, S.Ked yang menjadi satu-satunya penulis PKM GT didanai tahun 2015 lalu. Beliau memaparkan tips dan trik membuat PKM yang menarik sehingga didanai. Namun, ada satu hal menarik yang Mas Agil tekankan. Di awal, beliau menyajikan data pemeringkatan UNS di kancah nasional. Yang memprihatinkan adalah poin kegiatan mahasiswa UNS yang hanya 0,2 dari maksimal 4. Memprihatinkan bukan? Tidak ada penjelasan mengapa, yang beliau paparkan adalah bagaimana upaya untuk meningkatkannya. Menurutnya, PKM adalah salah satu kegiatan yang seharusnya dilakukan mahasiswa. Oleh karenanya beliau berpesan, “Tulislah PKM tidak hanya untuk dirimu, tapi juga untuk nama UNS, FK, atau agama.” Satu perspektif berbeda, bukan?

dr.Dian Nugroho memberikan materi tentang “Scientific Writing” di Workshop Klinik PKM

Selanjutnya dr.Dian Nugroho memberikan materi tentang “Scientific Writing”, khususnya tips menulis bab pendahuluan: tentang bagaimana mengasah ide dan menajamkan masalah dari suatu karya tulis. Bagaimana pun, pandahuluan adalah salah satu bagian terpenting dari suatu tulisan dan bagian yang paling sering dibaca sampai tuntas. Apa yang tertulis di sana perlu lebih diperhatikan agar lebih meyakinkan.

Akhirnya, workshop usai pukul 10.30. Namun tidak dengan Klinik PKM, karena setelah ini pekerjaan baru akan dimulai: mereview PKM GT/AI teman-teman mahasiswa FK. Proses review bertujuan untuk memastikan sistematika penulisan PKM sesuai dengan format, selain tentu saja untuk menajamkan pembahasan ide dalam tulisan. Kawan, kami tunggu PKM kalian di Klinik PKM!

Mari kawan, jadilah pejuang PKM! Berikan sumbangsih terbaikmu untuk UNS yang lebih baik dalam perhelatan PIMNAS!

#TheSpiritofScienceandResearch
(ALJ)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*