Strategi Penerapan Counseling Prevention dan Rapid Diagnosis Neglected Soil-Transmitted Helminth Disease pada Klinik Kesehatan Ibu dan Anak Sebagai Upaya Kontrol dan Pencegahan Berat Badan Lahir Rendah dan Anemia Ibu Hamil

Naili N. S. N. (G0011147), Ega Caesaria P. P. (G0011080), Yoga Mulia P. (G0011213). 2013

Latar Belakang. Prevalensi penyakit kecacingan di Indonesia dan di dunia masih tinggi. Salah satu penyebab tertinggi kematian ibu hamil adalah infeksi STH, dimana infeksi STH ini dapat meningkatkan angka prevalensi kematian bayi. Banyak dari ibu hamil di Indonesia yang tidak terjangkau oleh pemeriksaan kehamilan yang terpadu dan pemeriksaan laboratorium modern untuk penyakit infeksi. Sedangkan untuk diagnosis tanpa pemeriksaan penunjang baru bisa mendiagnosis STH setelah timbul gejala yang berat seperti anemia berat. Untuk meminimalisasi dan mengurangi kejadian anemia ibu hamil, berat badan lahir rendah (BBLR), dan menurunkan angka prevalensi kematian bayi lahir, maka kami merancang strategi pengintegrasian antara usaha counseling prevention dan penggunaan rapid diagnosis pada Klinik Kesehatan Ibu dan Anak (KKIA). Selain itu keberhasilan pengintegrasian ini akan menunjang percepatan pencapaian target MDGs yang sedang digalakkan oleh Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.

Tinjauan Pustaka. Infeksi soil-transmitted helminth (STH) kronis dapat menyebabkan kehilangan zat besi melalui saluran cerna, kekurangan dan/atau malabsorpsi nutrisi, yang dapat menyebabkan kekurangan zat besi, anemia, dan penyakit kekurangan gizi lain. STH pada ibu hamil dapat menyebabkan anemia ibu hamil, berat badan lahir bayi rendah, bahkan kematian janin. Penyebaran STH mempunyai mekanisme khas yang dipengaruhi oleh beberapa faktor. Dari faktor tersebut dapat dilakukan pencegahan melalui beberapa cara. Terdapat beberapa pemeriksaan yang dapat digunakan untuk penegakan diagnosis pada STH, seperti pemeriksan Kato-Katz, Koga Agar Plate, Bauermann Technique dan metode McMaster.

Metode Penulisan. Metode dasar yang digunakan dalam menyusun karya tulis ini yaitu metode eksposisi yang merupakan pemaparan dari suatu mekanisme, dengan tulisan yang bersifat deskriptif, menganalisis tentang strategi konseling dan diagnosis luas yang bisa dilakukan untuk mencegah BBLR dan anemia pada ibu hamil.

Pembahasan. Dari data hasil studi pustaka yang kami peroleh didapatkan faktor yang meningkatkan angka transmisi atau penularan STH pada daerah tropis yang kami rangkum dalam tabel 4.1 dan 4.2. Kemudian kami mensintesis strategi konseling praktis dalam tabel 4.3 yang dapat langsung diterapkan. Konseling menggunakan metode di atas dapat diterapkan pada Klinik Kesehatan Ibu dan Anak di puskesmas dan posyandu. Sedangkan untuk penerapan metode rapid diagnosis dapat dilakukan di puskesmas dengan menyesuaikan keadaan setempat. Misalnya puskesmas dengan sumber pendanaan rendah dapat menggunakan metode Kato Katz, yang merupakan rekomendasi dari World Health Organization (WHO). Untuk metode lain lebih baik jika digunakan pada pelayanan kesehatan (puskesmas/rumah sakit) dengan pendanaan tinggi untuk memperkuat diagnosis dan meningkatkan sensitivitas pemeriksaan. Penerapan metode ini kami integrasikan ke KKIA yang diharapkan dapat menjadi program terintegrasi secara nasional.

Penutup. Strategi penggabungan antara counseling prevention dan rapid diagnosis dapat diterapkan secara terintegrasi pada KKIA karena secara teoritis merupakan strategi yang efektif dan efisien untuk kontrol dan pencegahan berat badan lahir rendah dan anemia ibu hamil.

Soil Transmitted Helminth, ibu hamil, anemia, berat badan lahir rendah, konseling, rapid diagnosis, Kato-Katz, Koga Agar Plate, Bauermann Technique, McMaster

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*