POTENSI PUASA SESUAI TUNTUNAN ISLAM DALAM MENCEGAH KANKER KOLOREKTAL MELALUI MEKANISME INHIBISI SINYAL INTRASELULER DENGAN PERANAN IMMUNOMODULATOR β ENDORPHINE

Silvia Imnatika  ; Erma Malindha ; Madinatul Munawaroh ; 2012

Latar Belakang : Lebih dari satu juta orang tiap tahunnya menderita kanker kolorektal dan tingkat mortalitas kanker ini mencapai 33%. Di Indonesia secara signifikan yang terkena kanker kolorektal yaitu 1,8% per 100.000 penduduk. Faktor risiko utama Kanker Kolorektal adalah faktor genetik dan lingkungan yang berpangkal pada keluarga. Salah satu alternative yang bisa digunakan untuk
pencegahan kanker kolorektal adalah β-endorphine. β-endorphine dapat menghambat proses karsinogenesis pada tahap inisiasi, progresi, dan metastasis. Puasa dapat meningkatakan sekresi β-endorphine dan mengoptimalkan detoksifikasi tubuh.

Metode: Penulisan karya tulis ini menggunakan metode studi pustaka yang disusun secara eksposisi.

Pembahasan: Puasa merupakan salah satu yang dianjurkan Islam. Sebab puasa memiliki banyak manfaat terutama manfaat kesehatan. Salah satu manfaatnya adalah dapat meningkatkan sekresi hormon β-endorphine. Meningkatnya sekresi β- endorphine ini dapat mengoptimalkan proses pecegahan kanker kolorektal melalui mekanisme inhibisi sinyal intraseluler. Salah satu mekanisme yang terjadi adalah penghambatan C-oxygenase (COX) 2 yang memberikan efek anti inflamasi dan analgesic sehingga menghambat proliferasi sel abnormal atau mempercepat kematian sel abnormal (apoptosis) serta dapat menghambat mutasi patogenik gen adenomatous polyposis coli (APC). Selain itu, peningkatan bcl-2 associated X protein (BAX) yang terjadi dapat mencegah progresifitas proses karsinogenesis. Puasa juga membantu optimalisasi detoksifikasi tubuh.

Simpulan: Puasa sesuai tuntunan Islam dapat mencegah kanker kolorektal melalui mekanisme inhibisi sinyal intraseluler dengan peranan immunomodulator β- endorphine.

Kata Kunci : Puasa, Kanker Kolorektal, β-endorphine

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*